Rabu, 18 Maret 2015

UU Pasal 1365, 1366, 1367 (Perlu cek lagi)

KITAB UNDANG - UNDANG HUKUM PERDATA
(Burgerlijk Wetboek voor Indonesie)
(Diumumkan dengan Maklumat tgl. 30 April 1847, S. 1847 - 23.)
B U K U K E T I G A
P E R I K A T A N
BAB III. PERIKATAN YANG LAHIR KARENA UNDANG - UNDANG
 
Pasal 1365.
Tiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan
orang yang menimbulkan kerugian itu karena kesalahannya untuk mengganti kerugian tersebut.
(KUHPerd. 568, 602, 1246, 1447, 1918 dst; Rv. 580-71, 582; Aut. 27; Octr. 43 dst.; KUHP 1382 bis.)
 
Pasal 1366.
Setiap orang bertanggung jawab, bukan hanya atas kerugian yang disebabkan perbuatan - perbuatan, melainkan juga alas kerugian yang disebabkan kelalaian atau kesembronoannya.
(KUHPerd. 654, 802, 1207, 1753; Rv. 582.)
 
Pasal 1367.
Seseorang tidak hanya bertanggungjawab atas kerugian yang disebabkan perbuatannya sendiri, melainkan juga atas kerugian yang disebabkan perbuatan orang - orang yang menjadi tanggungannya, atau disebabkan barangbarang yang berada di bawah pengawasannya. (s.d. u. dg. S. 1927 - 31 jis. 390, 421.)
Orang tua dan wati bertanggung jawab alas kerugian yangdisebabkan oleh anak-anak yang belum dewasa, yang tinggal pada mereka dan terhadap siapamereka melakukan kekuasaan orang tua atau wali. Majikan dan orang yang mengangkat orang lain untuk mewakili urusan-urusan mereka, bertanggungjawab atas kerugian yang disebabkan oleh pelayan atau bawahan mereka dalam melak
ukanpekerjaan yang ditugaskan kepada orangorang itu.Guru sekolah atau kepala tukang bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh murid muridnya atau tukang-tukangnya selama waktu orangorang itu berada di bawah pengawasannya. (s.d.u. dg. S. 1.927-31jis 390, 421.)Tanggungjawab yang disebutkan di atas berakhir, jika orangtua, wali, guru sekolah atau kepala tukang itu, membuktikan bahwa mereka masing-masing tidakdapat mencegah perbuatan atas nama mereka seharusnya bertanggungjawab. (KUHPerd. 299, 802, 1368 dst., 1566, 1613, 1710, 1803; KUHD 321 dst, 331 dst., 358a 3 , 373, 534 dst.; WVO. 28.)

Semangatkuu Hari Ini

Bersabarlah dalam penantian, sebagaimana sabarnya Nabi Ibrahim | tatkala meminta pada Allah keturunan, lalu Allah anugerahkan padanya Nabi Ismail

Bersabarlah dalam usaha, sebagaimana sabarnya Bunda Hajar dan Nabi Ismail | tatkala ditinggal suaminya tanpa bekal, lalu Allah karuniakan pada mereka air zamzam

Bersabarlah dalam ujian, sebagaimana sabarnya Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim | tatkala Allah meminta nyawanya, lalu Allah selamatkan mereka, dan Allah berkahi keturunan mereka

Bersabarlah dalam dakwah, sebagaimana sabarnya Nabi Muhammad | tatkala harus difitnah, diancam, diusir, dicaci, dilempari, disakiti, lalu Allah muliakan namanya di langit dan di bumi
bersabarlah dalam kelapangan, sebagaimana sabarnya Nabi Sulaiman | yang Allah uji dengan kekayaan yang tak pernah diberi pada siapapun jua, dan dia tak pernah merasa memiliki selain berucap "Ini hanya karunia dari Tuhanku!"

Bersabarlah dalam kesakitan, sebagaimana sabarnya Nabi Ayyub | yang Allah uji dengan badan dan jiwa, harta dan keluarga, lalu Allah tinggikan derajatnya di surga

Bersabarlah dengan cara apapun, karena malaikat di surga nanti akan mengucapkan "salam keselamatan pada kalian, tersebab kesabaran kalian"
(yaitu) syurga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu, (sambil mengucapkan): "Salamun 'alaikum bima shabartum". Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu (QS 13: 23-24)
akhukum fillah,
@felixsiauw
DEPRESI
         Gejala depresi dengan memahami apa saja gejala depresi itu dan dengan langsung memahami gejala depresi serta menyiapkan diri untuk melakukan tindakan selanjutnya jika mengalami gejala depresi. Depresi adalah gangguan mental yang dapat mempengaruhi bahkan menghancurkan seluruh tubuh baik fisik, emosional, maupun spiritual. Derita emosional akibat depresi jauh lebih berat daripada penderita fisik terkena pisau. Tidak seperti orang terkena pisau yang bisa disembuhkan dalam hitungan jam, hari atau minggu, penderitaan akibat depresi tidak bisa disembuhkan hanya dalam hitungan jam, hari atau minggu. la membutuhkan waktu lama dan proses yang cukup panjang. Ketika seseorang mengalami depresi, mereka merasa bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi, dan hal ini akan terjadi berulang kali. 
        Dalam kejadian semacam ini, orang tersebut melihat lebih banyak hal buruk terhadap sesuatu; secara sadar maupun tidak sadar. Mereka selalu memfokuskan perhatian mereka pada masalah dan mengabaikan keberhasilan serta kesuksesan yang mereka raih. Seseorang yang berpikiran negatif akan mudah terkena depresi. Sebab ia memandang segala hal yang terjadi adalah cermin dari permasalahan dan kemunduran. Baginya Perubahan dalam diri seseorang atau perubahan lingkungan merupakan bukti bahwa sesuatu yang buruk terjadi karena dirinya. Gejala Depresi Seseorang yang sedang terkena depresi tidak merniliki rasa percaya diri dan mereka selalu menganggap sernua yang terjadi sebagai kegagalan mereka. Bahkan kesalahan apapun mereka anggap sebagai masalah besar. Hal ini tentu sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup kita. Untuk itu, ada baiknya jika kita mengenal lebih jauh seperti apa gejala depresi itu? Sehingga kita bisa antisipasi depresi sebelum ia menghampiri pikiran, jiwa dan raga kita. Gejala-gejala depresi ini bisa kita lihat dari tiga segi, yaitu fisik dan psikis. 
            Gejala Depresi Dari Segi Fisik Gejala fisik yang mudah dideteksi sebagai akibat dari depresi adalah, Gangguan pola tidur (sulit tidur, terlalu banyak atau terlalu sedikit). Menurunnya tingkat aktifitas, orang yang mengalami depresi menunjukkan perilaku yang pasif, menyukai kegiatan yang tidak melibatkan orang lain seperti nonton TV, makan, tidur. Menurunnya efesiensi kerja. Penyebabnya jelas, orang yang terkena depresi akan sulit memfokuskan perhatian atau pikiran pada suatu hal, atau pekerjaan. Sehingga, mereka juga akan sulit memfokuskan energi pada hal-hal prioritas. Kebanyakan yang dilakukan justru hal-hal yang tidak efisien dan tidak berguna, seperti misalnya ngemil, melamun, merokok terus menerus, sering menelpon yang tak perlu. Yang jelas, orang yang terkena depresi akan terlihat dari metode kerjanya yang menjadi kurang terstruktur, sistematika kerjanya jadi kacau atau kerjanya jadi lamban. Menurunnya produtifitas kerja. Orang yang terkena depresi akan kehilangan sebagian atau seluruh motivasi kerjanya. Sebabnya, ia tidak lagi bisa menikmati dan merasakan kepuasan atas apa yang dilakukannya. la sudah kehilangan minat dan motivasi untuk melakukan kegiatannya seperti semula. Keadaan yang memaksa untuk terus beraktivitas membuatnya semakin kehilangan energi karena energi yang ada sudah banyak terpakai untuk mempertahankan diri agar tetap dapat berfungsi seperti biasanya. Mereka mudah sekali lelah, capai padahal belum melakukan aktivitas yang berarti. Mudah merasa rendah diri dan sakit. Depresi itu sendiri adalah perasaan negatif. Jika seseorang menyimpan perasaan negatif maka jelas akan membuat letih karena membebani pikiran dan perasaan; dan ia harus memikulnya dimana saja dan kapan saja, suka tidak suka. 
              Gejala Depresi Dari Segi Psikis Gejala psikis akibat depresi ditandai pertama, kehilangan rasa percaya diri. Penyebabnya, orang yang mengalami depresi cenderung memandang segala sesuatu dari Sisi negatif, termasuk menilai diri sendiri. Pasti mereka senang sekali membandingkan antara dirinya dengan orang lain. Orang Iain dinilai lebih sukses, pandai, beruntung, kaya, lebih berpendidikan, lebih berpengalaman, Advertisement lebih diperhatikan oleh atasan, dan pikiran negatif lainnya Sensitif dan senang sekali mengkaitkan segala sesuatu dengan dirinya. Perasaannya sensitif sekali, sehingga sering peristiwa yang netral dipandang dari sudut pandang Yang berbeda oleh mereka, bahkan disalah artikan. Akibatnya, mereka mudah tersinggung, mudah marah, perasa, curiga akan maksud orang lain (yang sebenarnya tidak ada apa-apa), mudah sedih, murung, dan lebih suka menyendiri. Merasa tidak berguna. Perasaan tidak berguna ini muncul karena mereka merasa menjadi orang yang gagal terutama di bidang atau lingkungan yang seharusnya mereka kuasai. Perasaan bersalah. Perasaan bersalah kadang timbul dalam pemikiran orang yang mengalarni depresi. Mereka memandang suatu kejadian yang menimpa dirinya sebagai suatu hukuman atau akibat dari kegagalan mereka melaksanakan tanggung jawab yang seharusnya dikerjakan. Banyak pula yang merasa dirinya menjadi beban bagi orang lain dan menyalahkan diri mereka atas situasi tersebut. Perasaan terbebani. Banyak orang yang menyalahkan orang lain atas kesusahan yang dialaminya. Mereka merasa terbeban berat karena merasa terialu dibebani tanggung jawab yang berat. Depresi berawal dari diri sendiri pada akhirnya mempengaruhi lingkungan dan pekerjaan (atau aktivitas rutin lainnya).
              Lingkungan tentu akan bereaksi terhadap perilaku orang yang depresi tersebut yang pada umumnya negatif (mudah marah, tersinggung, menyendiri, sensitif, mudah letih, mudah sakit). Problem sosial yang terjadi biasanya berkisar pada masalah interaksi dengan rekan kerja, atasan atau bawahan. Masalah ini tidak hanya berbentuk konflik, namun masalah lainnya juga seperti perasaan minder, ma!u, cemas jika berada di antara kelompok dan merasa tidak nyaman untuk berkomunikasi secara normal. Mereka merasa tidak mampu untuk bersikap terbuka dan secara aktif menjalin hubungan dengan lingkungan sekalipun ada kesempatan. Pradipta Sarastika Demikian artikel dengan judul Gejala Depresi, baca juga artikel cerita motivasi lainnya dengan judul Cara Mengatasi Dan Menghilangkan Depresi. Jika kalian suka dengan artikel diatas, mohon untuk menekan tombol like ya, dan jika tidak keberatan mohon untuk dishare juga, agar ilmu ini bisa bermanfaat bagi semuanya. Terima kasih sebelumnya.

http://www.checkouthungerok.org