Menurut buku asuhan persalinan normal revisi 2007,
1.
Pengertian
Plasenta
manual adalah tindakan untuk melepas plasenta secara manual (menggunakan
tangan) dari tempat implantasi dan kemudian melahirkannya keluar dari kavum
uteri
2.
Penatalaksanaan plasenta manual
a.
Persiapan
1)
Pasang set dan cairan infus
2)
Jelaskan pada ibu prosedur dan tujuan tindakan
3)
Lakukan anestesi verbal/analgesia per rectal
4)
Siapkan dan jalankan prosedur pencegahan infeksi
b.
Tindakan penetrasi ke dalam kavum uteri
1)
Pastikan kandungan kemih dalam keadaan kosong
2)
Jepit tali pusat dengan klem pada jarak 5-10 cm dari
vulva
3) Secara obstetrik, masukkan tangan lainnya (punggung
tangan menghadap kebawah) kedalam vagina dengan menelusuri sisi bawah tali
pusat
4) Setelah mencapai bukaan servikk, minta seseorang
asisten/penolong lain untuk memegangkan klem tali pusat kemudian pindahkan
tangan luar untuk menahan fundus uteri.
5) Sambil menahan fundus uteri. Masukkan tangan dalam
hingga kekavum uteri sehingga mencapai tempat implantasi plasenta.
6) Bentakan tangan obstetrik menjadi datar seperti memberi
salam (ibu jari merapat ke jari telunjuk dan jari-jari lain saling merapat).
c.
Melepas plasenta dari dinding uterus
1) Tentukan implantasi plasenta, temukan tepi
plasenta paling .
2)
Setelah ujung-ujung jari masuk diantara plasenta dan
dinding uterus maka perluas pelepasan plasenta dengan jalan menggeser tangan ke
kanan dan kiri sambil digeserkan ke atas (kranial) hingga semua perlekatan
plasenta terlepas dari dinding uterus.
d.
Mengeluarkan plasenta
1)
Sementara satu tangan masih di dalam kavum uteri,
lakukan eksplorasi untuk menilai tidak ada sisa plasenta yang tertingga.
2)
Pindahkan tangan luar dari fundus ke supra simpisis
(tahan segmen bawah uterus) kemudian instruksikan asisten/penolong untuk
menarik tali pusat sambil tangan dalam membawa plasenta keluar (hindari
terjadinya percikan darah).
3)
Lakukan penakanan (dengan tangan yang menahan
suprasimpisis) uterus ke arah dorsokranial setelah plasenta dilahirkan dan
tempatkan plasenta di dalam wadah yang telah disediakan .
e.
Pencegahan infeksi pasca tindakan
1)
Dekontaminasi sarung tangan (sebelum dilepaskan) dan
peralatan lain yang digunakan
2)
Lepaskan dan rendam sarung tangan dan peralatan lainnya
di dalam larutan klorin 0,5 % selama 10 menit
3)
Cuci tangan
4)
Keringkan tangan dengan handuk bersih
f.
Pemantauan pasca tindakan
1)
Periksa kembali tanda vital ibu
2)
Catat kondisi ibu dan buat laporan tindakan
3)
Tuliskan rencana pengobatan, tindakan yang masih
diperlukan dan asuhan lanjutan
4)
Beritahu pada ibu dan keluarga bahwa tindakan telah
selesai
5)
Lanjutkan pemantauan ibu hingga 2 jam pasca tindakan
sebelum dipindah ke ruang rawat gabung .
Waah ada ya yg kyk gitu.... kerja berat tuh buat bu bidan... ^^
BalasHapus